Wednesday, 2 April 2014

Sebelum Aku Terjun

Purnama berpendar di sudut malam
Di atas selembar kelir biru kelam
Luruh, rendah hati, ringan, lembut, temaram
Memandang dunia yang berbaring dengan mata terpejam

Jembatan tua terbentang di atas ular air
Pepohonan bergeming, tak terusik angin
Tempat berabad lalu wanita tua merangkai syair
Alis bertaut, bermantel panjang penahan dingin

Selembar kerudung kuning terbang
Pemiliknya hanya tinggal bayangan
Letih, sang hamba Tuhan terus mengenang
Meratapi dunia yang penuh ketidakadilan

Untaian bulu aneka warna
Merak, merpati, elang yang perkasa
Cita-cita sang kakak tak pernah sirna
Hingga tubuh dimakan usia

Sepatu yang ditukar bulu ekor merak
Kerikil di bawah kaki berderak-derak
Jejak darah di jalan tanah
Terkenang sang kakak akan rumah

Peri kecil di naungan pohon kertas
Di manakah engkau berada?
Sang hamba Tuhan mendongak ke atas
Menangkupkan tangan, berdoa

Alur hidup ini, adikku, siapa yang tahu
Sang kakak mengirim pesan lewat kerudung kuning
Berharap si empunya mendengar bisikan itu
Meski kenangan telah menjadi puing

Pesan itu tak panjang, tak mengharap jawaban:

Mereka bilang aku akan masuk ke air,
yang tak lama lagi akan menenggelamkanku.
Sebelum aku terjun, aku meninggalkan ini
di tepian untukmu.
Semoga kau menemukannya, adikku,
jadi kau akan tahu apa yang ada di hatiku
saat aku tenggelam.


c, b. e. w~
April 3rd, 2014





Wednesday, 5 March 2014

Linking Blinks

i.

Swept aside the lush bush
Unfamiliar tingle binding my heart
About to explode into stardusts
Crumpled, and no,
I cannot see a happy ending approaching
I need a place to lean


ii.

The air sting like guitar strings between throbbing fingers
How much could I stand the soreness of my wishes, biting and slashing
Because they are broken


iii.

Notwithstanding, my lips told me I am wiser already
I asked them, how is that even make any sense?
When my existence
Not otherwise,
Not otherwise of buzzing lights and chattering kneecaps


iv.

I tried to convince myself that I am naive.
I couldn't


v.

I guess I am just rhythm of a beating heart
A mouthful of schemes and lies
A burden
A constantly lit dried wood
But the fire never really burn


vi.

A woman once overheard my story
About how cold my hands were
She chuckled and offered me hers to hold
I took them in doubt, wearily
They were frozen


vi.

Probably I have accepted,
The differences


~c, b. e. w
March 5th, 2014

Monday, 3 March 2014

Kelsey Danielle (Sebuah Apresiasi Mentah)

Sumber: artruby.com

“How can I say that I don’t know who I am when so much of me is in this soil and in the hands of so many people I love. How can I say I don’t know who I am when everything I touch is a reintroduction?” 
- Kelsey Danielle


Kelsey Danielle. Mungkin nama yang nggak akrab di telinga kalian. Atau nggak pernah kalian baca di media masa. Tapi nama ini, bagi saya, adalah sebuah inspirasi.

Kelsey. Sederhana, lembut, feminin. Artinya indah. Di Irlandia ia berani, di Skandinavia ia penjelmaan dari kapal yang menabrak pulau - misterius, tragis, bersejarah. Sedangkan di Jerman ia adalah sebuah rongga, wadah, yang didiami oleh air. Didiami, dihuni, bukan terisi.

Danielle. Dari bahasa Ibrani, berarti: Tuhan adalah hakimku.

Kelsey Danielle. Bukan nama yang disiapkan untuk diperbincangkan di tiap sudut dunia. Bukan untuk dibaca jutaan pasang mata. Bukan untuk dikenal milyaran jiwa.

Nama itu, dieja oleh si empunya, ditempatkan di sudut karya-karyanya. Di atas halaman elektronik berwarna hitam. Bukan pena yang ia goreskan. Ia menekan tombol, dan kata-kata itu tertoreh di benak orang yang membacanya.

Puisi. Kelsey Danielle menulis puisi.

Kadang puisi-puisinya kosong, abu-abu. Mengambang dengan gelisah. Bingung.
Kadang bersemburat kuning dan oranye. Menyemangati.
Kadang gelap dan pengap. Menjerit tanpa suara.
Kadang putih gading. Broken white, katanya. Indah, murni, muram.

Dan kata-katanya bergema dengan lembut. Seperti bayangan. Seperti lukisan abstrak.

Memungkinkan kita berkaca pada permukaan yang tak rata. Berkaca pada ketidaksempurnaan. Ia mewujudkan keindahan namanya. Misterius dan tragis.

"Maybe darkness is in itself it’s own form of light. Instead of teaching the world to see, it teaches how to feel." - "LIFE AND OTHER THINGS"

"Where’s the chance to say,

“I hang on to fistfuls of poetry like loose change in my pockets,
and I keep waiting for the day that the world turns upside down
so I can swim with the stars.
I’m not afraid of darkness, it’s a loneliness I can empathize with it.
It’s the blackholes like cigarette burns inside of me that get troublesome.
I walk through graveyards and read the dashes between years,
each a story I’ll never know but sometimes
I create my own.”

No wonder none of us know who we are anymore.
 - “I WAS TOLD TO WRITE AN ABOUT ME AND THIS IS WHAT HAPPENED”



"How to never disappear completely:
write." 
- Kelsey Danielle

Monday, 17 February 2014

For A Reason

Given that you are given the life you want
     The happiness you search for
          The people you dream of
               Would you be utterly thankful,
                      Or would you want more?

Thing you should be sure of is that you wouldn't learn as much as you are in this life
We are given and should give for a reason.

Sunday, 16 February 2014

Top Fifteen On My Playlist

Hiyaaa Assalamualaikum kawan!
Udah lama banget gak ngemengin lagu ya. Lagian gak ada yang baca juga sih, percuma. Tapi gak apa-apa deh, pengen share yang lagi seneng didengerin :D


15. Nova & The Experience - Dragonflies and Waterfalls



14. Arctic Monkey - Knee Socks



13. Demi Lovato - Shouldn't Come Back



12. The Strokes - What Ever Happened?



11. Passenger - Circles



10. Gabrielle Aplin - Alive



9. Metric - Lost Kitten



8. Paolo Nutini - Million Faces



7. One Direction - Don't Forget Where You Belong



6. Five for Fighting - Heaven Knows



Masuk Top five nihhh :p

5. Drake - Hold On, We're Going Home ft. Majid Jordan



4. OneRepublic - Burning Bridges




3. New Politics - Harlem



2. The Temper Trap - Down River



1. Coldplay - Clocks



Key, enjoy!

Assalamualaikum :)