Wednesday, 29 October 2014

Oberon di Antara Nisan Para Bintang

Mungkin suatu hari, saat tanah di bawah kakiku berhenti bergetar dan abaimu akan kehadiranku berhenti membuatku sesak napas, aku akan berhenti melihatmu sebagai Oberon yang emas, berparas halus, dan bersinar. Berhenti mengamatimu diam-diam dari rongga gelap di kejauhan seperti yang dilakukan Echo pada Narcissus. Kau bukan lagi raja peri atau makhluk yang mampu membuat bunga layu akan kecemburuan pada dirimu. Bukan lagi Smaug yang merisaukanku akan ancaman seratus lima puluh tahun. Kau akan jadi dirimu. Seonggok daging membungkus tulang yang dilapisi kulit dan bisa bicara. Manusia yang menengadah terus menatap Saturnus dan cincinnya, meyakini bahwa takdir menyimpankan sesuatu di sana untukmu, hingga kau lupa bahwa ada seseorang yang akan menghadiahkanmu palung laut dan magma gunung. Melukiskan bunyi rintik hujan dan membekukan Sahara, jika kau minta. 

Jadi, teruslah tatap kekosongan hitam itu. Sampai kau sadar bahwa dunia telah berakhir dan kau telah berhenti bernapas, menghabiskan hidupmu bermimpi mengatur ulang angkasa. Teruslah tatap sang latar gelap, sampai akhirnya kau menyadari bahwa dunia yang ingin kau pijak dan tinggali itu hanyalah kuburan bintang-bintang.


Sleman, 29 Oktober 2014


Sunday, 19 October 2014

"Betapa bodohnya aku, mengira
hanya dirikulah bunga di tamanmu."

Friday, 5 September 2014

Ada Cerita di Suatu Pagi

Ada cerita di suatu pagi
Tentang denting jemari
Dan hembusan angin
yang memenjarakan rindu
Mengikat tepiannya pada gerigi atap
Lekat, meski didera hujan

Cerita di suatu pagi
Melafalkan makna kulit
di atas kulit
Berkisar di pelataran rutuk
yang menganak sungai
Gemericik sunyi, menyingkap letih
yang tersembunyi

Di suatu pagi
Berkisah langit pada rumpun nimbus
Berkisah terang mentari pada Icarus
Berkisah rumput pada janji-janji lampus

Suatu pagi
Hangat menjelma jadi emas
Siluet menjelma jadi berlian
Insan menjelma jadi arang

Pagi
Saat semua pungguk, pesakitan,
tersembuhkan
Lalu kembali sekarat


5 September 2014

Siluet menjelma jadi berlian

Saturday, 30 August 2014

15 Questions Tumblr Challenge (2)

If you could have been told one thing that you weren’t told when you were a teenager, what would you like to have heard?


I'm still a teenager though.

Sometimes I wish someone would call me beautiful, someone who weren't my parents. However I think it is stupid and kind of creepy but really relatable for most teenage girls so that's it.

Most of the time I'd like people to tell me that I matter. Not just for social manner and sweet revelation, but because they really do think and feel that I matter. This. 

And the last, I want to be told anything people feel about me, good or bad, and how I affect them and how they want to react around me, to create any impression in my presence for certain reaction, or whether it was worth it to do so for me. Whether or not I make them feel.

I'm still a teenager though, so who knows.

Caserolle.. Eh, Casserole

Assalamualaikum :)

Sudah lama saya tidak menggunakan kata 'saya' dan menyapa dengan sok alim :p

Hufft, akhirnya selesai juga rangkaian acara akhir pekan ini. Walaupun lelah, tapi nyenengin dan banyak banget manfaatnya. Acara apakah itu? 

Apa yaaaaa??

Ceritanya besok aja ya. Soalnya sekarang mau cerita yang lain.

Ceritanya tentang casserole. Tapi sebelum kalian membaca cerita saya tentang casserole, saya harus cerita sejarah panjangnya dulu. Oke? Oke.

Saya adalah seorang fangirl. Dan sebagaimana kalian ketahui, para fangirl itu sudah biasa malming-an nggak keluar, tapi malah pada baca fanfic. Kalian jangan salah dulu. Fanfic itu bukan cuma buat seneng-seneng imajinasi ketemu artis dan blah blah blah. Ada komunitas fanfic yang 'niat' banget sampai bikin awards tiap enam bulan sekali. Award-nya nggak main-main. Teknik menulis dinilai, kesegaran ide dinilai, tata bahasa (berhubung kebanyakan komunitas fanfic internasional, jadi pake bahasa Inggris) dinilai, potrayal atau penggambaran karakter tokoh yang diperankan artisnya juga dinilai.

Ada satu fanfic di One Direction Fan Fiction yang judulnya Sugar on the Asphalt. Gula di atas Aspal. Haha. Ceritanya tentang cewek Amerika bernama Graceland Ainsworth yang berasal dari daerah kota kecil di Tennesse. Itu lhoo, daerah yang terkenal gegara musik country-nya yang rada koboi itu. Grace, panggilannya Graceland ini kabur di umur sembilan belas tahun ke London karena suatu konflik keluarga. Di London, Grace kerja jadi asisten rumah tangga sekaligus pengasuh anak dari bussinesswoman yang namanya Rebecca. Terus suatu hari Grace disuruh anterin paket sama Rebecca dan dipinjemin mobil buat nganter. Grace-nya kan bingung karena belum familiar sama daerahnya, dan dia muter-muter nyari tempatnya dan tanpa sadar dia nabrak seseorang. Seseorang itu adalaah... Harry Styles. Dan dari situlah cerita dimulai.